Francesco Bagnaia Nilai Tekanan Ban Bisa Jadi Masalah di MotoGP 2023

Francesco Bagnaia telah mengomentari tekanan ban pada motor balapnya selama melakukan tes MotoGP Sepang, Malaysia.

Saat sesi tersebut dirinya mengaku menggunakan tekanan udara yang lebih tinggi di bagian ban depan.

Namun dalam situasi balapan, kata Bagnaia, tekanan ban tinggi di bagian depan bisa menjadi masalah baginya dan pembalap MotoGP lainnya.

Menurut laporan Speedweek, penggunaan tekanan udara lebih dari 2,2 bar pada ban bisa menimbulkan risiko jatuh.

Ban Alat Berat Pertambangan Langka, Asosiasi Berharap Bisa Segera Teratasi “Kami berkendara di setiap sesi dengan tekanan udara yang tinggi di ban depan.

Belum pasti berapa nilai minimumnya.

Tapi itu bisa menjadi masalah, bukan hanya untuk kita, tapi untuk semua orang.

Jika Anda mengikuti seseorang, itu lebih berbahaya karena tekanan ban terlalu tinggi,” kata Bagnaia, dikutip Tempo.co dari Speedweek.

“Selama saya keluar sendiri dan tekanan ban tinggi, saya merasa cukup baik.

Tentu saja tidak seaman dengan tekanan ban yang lebih rendah, tetapi jika nilai minimumnya ditetapkan seperti itu, kami harus bersiap untuk itu,” tambah dia.

Lebih lanjut pembalap Ducati Lenovo Team tersebut mengaku tidak tahu secara pasti seberapa tinggi tekanan bannya.

Dia tidak tahu apakah angkanya sesuai dengan perkiraan manajer proyek Michelin, Piero Taramasso, yang menyebutkan tekanan ban depan baru sebesar 1,88 bar.

Motornya Disenggol Bagnaia di MotoGP Jerman, Ini Kata Jorge Martin “Saya tidak mengetahuinya, mekanik yang mengurus itu.

Yang saya tahu adalah saya memiliki lebih dari 2 bar di setiap sesi.

Itu penting untuk diuji.

Tapi satu hal yang pasti: Jika saya memulai balapan dengan tekanan ban dan kemudian berada di belakang pembalap lain, itu akan menjadi masalah,” ujar dia.

“Mungkin tes berikutnya saya akan mencoba mengikuti seseorang untuk merasakannya,” tambah juara bertahan MotoGP tersebut.

Francesco Bagnaia sendiri mampu tampil konsisten di posisi lima besar dalam dua tes MotoGP Malaysia 2023.

Pada hari pertama, ia bereda di peringkat ke-5 dengan catatan waktu 1 menit 58,857 detik.

Sedangkan di hari kedua, dirinya menempati urutan 5 lewat raihan waktu 1 menit 59,067 detik.

Lalu di hari terakhir ia menduduki posisi ke-2 (1 menit 57,969 detik).

Pilihan Editor: Kinerjanya Kurang Maksimal, Bos Honda: Kami Tak Punya Konsep Baru SPEEDWEEK Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *