Lekukan dan lubang pada gigi belakang membuat gigi lebih mudah berlubang. Makanan bisa tersangkut di celah-celah dan sulit dijangkau dengan sikat gigi. Namun gigi depan berlubang juga ada kemungkinan bisa terjadi.
Perawatan untuk gigi berlubang di bagian depan tidak jauh berbeda dengan gigi berlubang di area lainnya. Namun, terkadang beberapa langkah tambahan mungkin diperlukan untuk memastikan penampilan gigi yang optimal. Hal ini karena gigi-gigi ini berada di depan dan terlihat oleh semua orang.

Apa Saja Penyebab Gigi Depan Berlubang?
Terminology gigi
Manusia memiliki empat jenis gigi utama. Gigi depan disebut gigi seri. Terdapat empat gigi seri di rahang atas (disebut rahang atas) dan empat di rahang bawah (disebut mandibula). Di sebelah gigi seri, di kedua sisinya, terdapat gigi taring. Ini juga ada di atas dan bawah. Selanjutnya, muncul dua gigi premolar di kedua sisi, atas, dan bawah. Terakhir, di pada bagian paling belakang rahang atas dan dibagian bawah ada tiga gigi geraham di pada sisinya.
Gigi berlubang paling banyak terjadi pada gigi geraham dan premolar. Permukaannya yang kasar memudahkan mereka menggiling makanan saat dikunyah. Permukaan yang bergelombang dan tidak rata merupakan tempat sempurna menempelnya partikel makanan.
Jika potongan makanan tersebut tidak dibersihkan dengan menyikat gigi dan menggunakan benang gigi, asam yang ada pada makanan tersebut dapat menggerogoti gigi sehingga menyebabkan gigi berlubang. Sayangnya, beberapa titik tersebut sulit dijangkau saat menyikat gigi, sehingga rentan terhadap gigi berlubang.
Terbentuknya rongga
Rongga terbentuk ketika asam dan gula bergabung dengan bakteri di mulut. Mereka menumpuk di gigi untuk membentuk zat lengket yang disebut plak. Jika plak bertahan cukup lama, plak akan mulai menggerogoti lapisan luar gigi yang keras yang disebut enamel.
Lubang yang dihasilkan disebut rongga. Bisa jadi dangkal dan hanya berdampak pada email, atau bisa membuat gigi semakin rusak dan semakin dalam. Jika mencapai bagian gigi yang lebih lembut di bawah email yang disebut dentin, maka kerusakan akan menyebar lebih cepat yang pada akhirnya akan sampai ke sebuah rongga kecil yang disebut pulpa.
Pulpa merupakan akar yang dipenuhi pembuluh darah dan saraf. Pada titik ini, bakteri dapat menyebabkan infeksi menyakitkan yang disebut abses. Jika gigi berlubang masih berukuran kecil, pasien mungkin tidak akan menyadari bahwa dirinya memiliki gigi berlubang. Mereka mungkin hanya terdeteksi jika memeriksakannya ke dokter gigi.
Apabila hal ini tambah parah maka akan menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Kemungkinan akan sulit mengunyah dan meminum minuman panas atau dingin karena terasa sakit. Terkadang, gigi berlubang akan terlihat sebagai tanda berwarna coklat atau abu-abu pada gigi. Hal ini akan mudah dikenali jika gigi depan berlubang.
Kurangnya perawatan gigi
Penting untuk diingat bahwa perawatan gigi yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko gigi depan berlubang. Ini termasuk jarang menyikat gigi dengan benar, mengabaikan penggunaan benang gigi, atau tidak menjalani pemeriksaan rutin oleh dokter gigi. Ketika kita tidak mempraktikkan kebiasaan-kebiasaan ini, plak dan sisa makanan dapat menumpuk di gigi, membentuk lingkungan yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.
Akibatnya, enamel gigi bisa terkikis, mengakibatkan risiko lebih tinggi terjadinya kerusakan gigi seperti gigi berlubang. Oleh karena itu, menjaga kedisiplinan dalam perawatan gigi harian dan rutin berkonsultasi dengan dokter gigi adalah langkah-langkah penting untuk menjaga kesehatan gigi yang optimal sehingga dapat mencegah gigi depan berlubang.